Kuliah Subuh, 27 Ramadhan

Syirkul Asghor atau syirik kecil
Qulhuwallahuahad, Allah itu esa, tidak terbagi tidak berbilang.
Rasul bersabda “Yang paling aku takutkan dari umatku adalah syirik kecil.”
Syirik besar sangat tampak, sedangkan syirik kecil sangat lathiif, halus, tidak terasa, boleh jadi ada di dalam diri kita. 
Syirkul asghor adalah alqibriya atau riya’ yang artinya ingin dilihat orang. Termasuk penyakit hati yg sifatnya sangat halus. Seolah tidak terasa oleh yang terkena penyakit ini. 
Apa yang bisa kita lakukan untuk menghindari penyakit ini?
Kitab ghozali menjelaskan “Al ilmu imamul amal”
Musuh kita dalam beribadah

1. Diri kita sendiri, nafsu kita. 

2. Syetan. Akan sibuk memalingkan manusia dg 1001 caranya.
89:5
Imamal Alghozali berkata bahwa asal munculnya syirik kecil terbit dari manusia sendiri, dorongan syetan, dan pengaruh lingkungan. 
Cara menghadapi syirkul asghor:

1. Tarbiyyah. Pendidikan. Nafsu ibarat kuda binal, susah untuk ditaklukan, cara menaklukannya harus dididik, diedukasi. Maka ibadah dalam islam adalah tarbiyyah. 

2. Syetan itu ibarat anjing yang galak. Apa yg harus dilakukan? Lari? Jongkok? Bukan, panggil yg punya anjing. Mohon lindungan Allah, sang pencipta syetan.

3. Menyendiri. Beruzlah. Agar hati kita tetap terpaut pada Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s