Ramadhan, Day 7

Prof. Dr. H. Mahmud, M. Si

Masjid Salman

Hidup selalu dihadapkan pada pilihan. Secara terlihat atau tidak, apa yg kita pilih, bisa jadi hanya berkaitan dengan lingkungan fisik atau material yang ada di lingkungan kita. Tanah yang kita pijak, tanaman yang kita sentuh.

Jauh lebih bermakna dari itu, pilihan kita akan berhubungan dengan dimensi ruang, waktu, dan manusia yang lain.

Hablumminannas dan hablumminAllah. Dalam dimensi waktu, apa yang kita lakukan mungkin tidak terasa efeknya pada saat ini. Tp bisa jadi sangat berpengaruh pada masa yang akan datang. Hitungan jam, hari, bulan atau bahkan tahun.

Pilihan kitalah yg akan menentukan kualitas diri kita. Allah mengharapkan kita sebagai peran utama dalam kehidupan kita sendiri dan memerankannya sebaik mungkin. Bahwa masing-masing manusia memang diciptakan sebagai khalifah. Walaupun bagi dirinya sendiri, hawa nafsunya sendiri. 

Al falaq…. katakan aku berlindung dari Penguasa ( yang meletakkan, yang menentukan, yang mempunyai genggaman terhadap sesuatu) tentang dialektik ini.

Terjemahan depag Falaqun waktu fajar

Kamus bahasa arab ada falaqo yg terbelah menjadi 2, iflaq yg membagi.

Berlindunglah dr segala sesuatu yg diciptakan Allah. Karena setiap apapun yg bersentuhan dengan kita selalu memiliki makna ukuran.

Sesungguhnya segala sesuatu diciptakan Allah adalah karena qadar. Diciptakan sekejap, sekali jadi. Dalam pandangan manusia ada nilai kecil dan besar, rendah dan tinggi. 

Saat kita mengatakan baik, ada yg lebih baik. Itulah spektrum nilai yang dititipkan. Inilah yang menjadi penilaian untuk memutuskan  suatu pilihan. Bila dalam suatu hal yg terjadi itu buruk, lihat lah pasti ada makna baik entah dalam hitungan jam, hari, bulan atau bahkan tahun.

Kita harus menimbang berapa baik berapa buruknya. Dalam pemngembaraan, dzikir dan fikir, manusia menyatakan Rabbana ma kholaqna… YA tuhan tiada satupun yang engkau ciptakan sia sia di dunia ini. Katakanlah “Subhanaka fakinaa adzabannaar”.

Kualitas dalam kita memilih makin akurat, untuk mengukur apa yang kita lakukan, seberapa baik buruknya bagi kita dan yang lain. Kualitas pribadi kita. Quran menyebutkan adalah taqwa. Pada hakikatnya shaum, menjadikan kualitas diri kita terus naik.

Kualitas taqwa merupakan jenjang yang harus kita tempuh dengan segala resiko yang melekat di dalamnya.

Pada beberapa kegiatan mungkin merasa dihambat oleh sesuatu yang kita anggap tidak ada.

Min syarri ghosikin idza waqab. Berlindung dari gelapnya kegelapan. Mata tidak mungkin mendeteksi. Orientasi arah barat timur tidak bisa juga. Makna kegelapan ini adalah suatu ketidaktahuan atau kebodohan. Yang menjadi kompas adalah qolbu, perasaan, yg dituntun oleh naluri. Semua itu kita anggap tidak bisa kita pegang, tidak bisa kita rasakan. Itulah makna ghoib.

Kita seringkali terjerumus oleh bisikan yang berbicara inilah tuntunan padahal ini lah jebakan. Iblis bisa masuk ke dalam diri kita dlm berbagai macam. Secara fisik ataupun non fisik. Bisikan itu akan masuk ke dalam hati dan akal kita. Ini yg paling berat.

Allah berfirman berlindunglah pada Allah. Dan kita harus dekat dan meminta kepadaNya.

Jika ada hambaku yang bertanya tentangku kpdku. Katakan aku ini dekat. Kemampuan manusia yg bisa merasakan dan menghayati bahwa Allah dekat, jaman skrga dalah sSulit. Membedakan baik dan buruk setipis kulit bawang. Mintalah kepada Allah petunjuk dan dekati Allah, mintalah pada Allah, insyaAllah akan Allah kabulkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s