Permata Hati

Masjid Istiqamah 16.4.17 waktu Ashar

Pemuda Istiqamah

by Ust. Oemar Mitha

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Permata hati yang dibahas kali ini adalah seseorang yang dicintai sepenuh hati, anak. 4 sifat anak yang diterangkan dalam Al-Qur’an:

  1. dalam surat Ali Imran:14 bahwa anak merupakan perhiasan dalam kehidupan orangtua. Perhiasan itu ujian berupa kenikmatan.
  2. dalam surat At-Taghabun:14 bahwa anak merupakan musuh bagi kehidupanmu. Ayat ini merupakan hikmah dari kisah Nabi Nuh yang mendapat ujian antara mentaati wahyu Allah atau menetap bersama anak dan istri yang tidak mau beriman kepada Allah.
  3. dalam surat At-Taghabun:15 bahwa anak akan menjadi fitnah bagi orangtuanya.
  4. dalam surat Al-Furqon:73 bahwa anak adalah qurrota a’yun atau penyejuk hati

ada 2 alasan Allah menguji kita dengan sifat anak di atas, pertama menguji kecinttan kita. Apakah lebih besar pada anak kita, ataukah masih tetap lebih besar cinta kita kepada Allah. Kedua, karena kesalahan atau kedzaliman kita sebagai orangtua. Misal, kita punya anak yang malas mendirikan sholat, tadarus pun jarang. Pikirkan lagi mulai dari bagaimana kita memberi contoh, bagaimana kita mendidik, bahkan sesederhana kita menyelipkan do’a pada nama yang kita beri untuk kita. dan perkara paling menyejukkan pandangan dalam hidup adalah mendapati anak yang taat dan taqwa pada Allah, bagi orang-orang yang beriman dan paham.

Sejauh ini banyak yang berbangga memberitahu perkembangan anak secara fisik maupun mental. Sudah bisa berjalan, sudah bisa makan sendiri, sampai sampai sehari bisa upload foto atau video sampai 6x. bahkan bukan itu sebenarnya yang dicari. Akan lebih bangga jika anak sudah bisa hafal 10 ayat Al-Qur’an, senang diajak sholat berjamaah di masjid bersama ayahnya, dan lain-lain yang bersifat non-duniawi. bagi mereka yang tidak tahu keutamaan memiliki anak sholeh pasti terjebak dengan standar dan perkara duniawi dalam mendidik dan berbangga atas pencapaian anak. namun bagi yang mengetahui keutamaan memiliki anak sholeh, insyaAllah setiap didikan yang diberikan akan selalu menyelipkan Allah sebagai niat dan tujuannya. berbangga atas segala pencapaian taqwa si anak dan menghindari pencapaian-pencapaian yang tidak bermanfaat.

berikut disebutkan keutamaan memilik putra/putri yang sholeh menurut Imam Qultubi:

  1. Akan memberikan syafaat di akhirat. Syafaat itu ada 2 macam. Khash dan ‘An. Khash adalah syafaat yang diberikan Nabi kepada umatnya. Sedangkan ‘An adalah syafaat yang diberikan atas dasar amal perbuatan kita, salah satunya berpuasa sunnah, bersujud, dan perkenalan dengan orang sholeh (salah satunya memiliki anak sholeh). Secara singkat anak sholeh akan membahagiakan orangtuanya di akhirat. Indikator bahagia di akhirat adalah ringannya hisab. Anak sholeh tidak akan memberatkan hisab orang tua. Bahkan dikatakan bahwa anak sholeh akan mempersingkat setengah perjalanan akhirat orang tua. Pada saat perjalanan melewati sirotol mustaaqim, saat si anak tinggal selangkah menuju syurga maka Allah menyuruhnya untuk masuk, anak sholeh pasti bertanya lebih dulu dimana orangtuanya. Kali ke dua Allah menyuruhnya untuk masuk ke syurga, si anak berkata bahwa dia tidak akan masuk ke sana kecuali bersama kedua orangtuanya. Kali ke tiga Allah menyuruhnya masuk ke syurga Allah bawakan kedua orang tuanya untuk masuk bersamanya ke syurga (T&C applied, karena siapapun atau apapun keadaannya yang bisa menginjakkan kaki di syurga hanyalah orang yang dihatinya ada keimanan walaupun hanya sebiji kurma). Perlu dijelaskan di sini bahwa mengenai tempat atau keadaan di akhirat, ada 3 tempat yang masing-masing manusia hanya sibuk memikirkan dirinya sendiri tanpa mengingat siapapun baik itu keluarga, teman, orangtua, anak, suami, istri. Pertama di Mizan Allah, kedua saat dibagikan kitab amal dan ketiga saat melewati sirotol mustaqim. Dan Subhanallah orang yang pertama kali akan kita ingat sejenak setelah berhasil melewati sirotol mustaqim adalah orangtua kita.
  2. Keutamaan kedua ada hadist yang mendasarinya

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

 

Perlu diperhatikan bahwa yang ketiga adalah do’a anak yang sholeh. Do’a anak sholeh itu mustajab, do’anya akan sampai ke Allah karena tidak ada maksiat dan dosa yang menghalanginya untuk sampai ke Allah untuk si mayit (orangtuanya yang sudah meninggal).

  1. Terhindar dari kemandulan. Rasulullah menjelaskan bahwa mandul di sini bukan berarti tidak mempunyai anak, tapi orang yang memiliki anak tapi tidak ada satupun yang ermanfaat di jalan Allah.

 

Setelah tahu keutamaan memiliki anak sholeh pasti ingin tahu bagaimana caranya membentuk karakter anak yang sholeh, tapi saying waktu gak cukup jadi dari 5 poin hanya 1 yang sempat dijelaskan L

Kita harus memperhatikan muamalah/bakti kita dan pasangan kita kepada orangtua kita masing-masing. Karena anak kita akan mirip seperti perlakuan kita kepada orangtua kita, karena…..

Ada dua pintu (amalan) yang disegerakan balasannya di dunia; kedzoliman dan durhaka (pada orang tua)”. (HR. Hakim dan dishohihkan al-Albani dalam ash-Shohihah : 1120)

MasyaAllah Tabarakallah, semoga mulai hari ini kita bisa terus memperbaiki hubungan dengan orangtua sampai kelak akan mendapatkan anak-anak sholeh kebanggaan Islam. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s