Tergesa-gesa Ingin Mendapatkan Hasil

Masjid Cipaganti 3.5.17 waktu Dhuha

Kajian Sunnah

by Ust. Abu Haidar As-Sundawy Hafidzullah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dikarenakan demam dan flu yang menyerang, catatan kajian ini agak kepotong di awal karena aku telat sekitar 30 menit hehe mohon maaf.

pertemuan kali ini membahas tentang kendala para pencari ilmu yang terlalu tergesa-gesa ingin mendapatkan hasil, padahal pencarian ilmu itu tidaklah sebentar.

Pepatah atau slogan yang sering dipakai dalam memotivasi kita untuk terus menuntut ilmu:

Utlubul ‘ilmi minal mahdi, ilallahdi. Tuntutlah ilmu mulai dari buaian sampai liang lahat.

Diriwayatkan seorang yang paling berilmu pada jamannya, Imam As-Sya’bi ditanya tentang darimana dan bagaimana ia mendapatkan seluruh ilmunya. Berkatalah beliau,

“Aku memperoleh ilmu ini dengan cara tidak bersandar, berjalan kaki dari satu negeri ke negeri yang lain, sabar seperti benda mati yang tidak pernah dipindah tempatkan, dan berpagi-pagi dalam mendatangi majelis ilmu.”

Note to Myself: Para ulama jaman dahulu jika ada majelis ilmu di waktu subuh, mereka sudah datang di tempat pada waktu ashar. Karena dulu gak ada pengeras suara dan teknologi projector, para penuntut ilmu ingin mendapat tempat paling depan agar bisa mendengar jelas ilmu yang disampaikan.

Catatan untuk satu gelar yang merebak di Indonesia, gelar hafidz bukanlah gelar untuk penghafal Al-Qur’an, karena di kalangan para ulama, hafal Al-Qur’an merupakan hal yang wajar. Gelar hafidz dinobatkan bagi seseorang yang menguasai hadist beserta sanadnya minimal 300.000 hadist.

“Berikan pada ilmu seluruh potensimu (harta, waktu, kemampuan) maka ilmu akan memberikan sebagian dari dirinya kepadamu. Dan jika kamu memberikan sebagian potensimu pada ilmu, maka ilmu tidak akan memberikan apapun.”

Ilmu tidak bisa diraih dengan jarak tembakan anak panah, tidak dapat pula diraih melalui jangkauan mimpi, dan terpenting ilmu tidak dapat diwariskan. Ketika ia sudah didapatkan, ikatlah ia dengan mencatatnya.

Banyak ulama yang memiliki anak jadi insinyur. Banyak pula petani yang memiliki anak jadi ulama. Ilmu itu dicari, tanggung jawab diri kita.

Ilmu tidak bisa didiperoleh dalam jangka waktu yang pendek, tapi percayalah bahwa barokah ilmu itu tidak masuk di akal.

Sesi tanya jawab:

Tanya: Seseorang telah menyesal bahwa dia kontrak kerja di negara kafir (Jepang) yang mengharuskannya kerja lembur di waktu penghabisan Ashar. Bolehkah ia menarik sholat Ashar ke waktu dzuhur karena alasan bekerja?

Jawab: Jawabannya tidak boleh. Bahasan awal mengenai hukum anshar yang menyebutkan bahwa seorang muslim tidak boleh datang ke negeri kafir, kecuali:

  • Ada hal penting yang harus dipelajari dan ilmu tersebut tidak ada di negara Islam.
  • Berobat atau urusan hal medis lain yang metode pengobatan tersebut tidak ada di negara ISlam.
  • Untuk berdakwah

hendaklah seseorang yang tinggal di negara kafir harus mengetahui beberapa hal penting:

  • tata cara dan waktu sholat, karena tidak ada adzan dan perbedaan pembagian waktu sholat.
  • tata cara berwudhu, karena jarang yang menyediakan air di toilet.
  • iman yang kuat untuk menjaga diri dan pandangan karena tidak ada hijab dalam pergaulan.

Sebagai tambahan, perlu diketahui bahwa jika seseorang telah menandatangani kontrak bekerja dengan seseorang atau suatu perusahaan, tidak diperkenankan untuk melakukan amalan sunnah di tengah jam kerja (walau sedang longgar kerjaan) kecuali ia mendapatkan ijin dari atasan atau orang yang berwenang. Untuk amalan wajib, harus tetap dikerjakan karena amalan wajib merupakan hak Allah atas kita sebagai umatnya.

Tanya: Seorang wanita mengeluhkan keadaannya yang masih suka marah dan berkata kasar walau ia sudah rajin menuntut ilmu.

Jawab: Marahlah sebanding dengan apa yang membuatmu marah. Marah itu manusiawi tapi apa yang menyebabkan marah dan semarah apa kamu atas kejadian itu haruslah sewajarnya. Sebenarnya sudah gak ada lagi alasan orang untuk tetap ingin marah karena Allah telah mengiming-imingi kikta dengan pernyataan bahwa salah satu ciri orang yang bertaqwa adalah yang pampu menahan marahnya, kelak di akhirat akan ditawarkan bidadari atau bidadara yang ia sukai si surgaNya.

Tambahan, untuk ayat yang berbunyi sampaikanlah dariKu walau satu ayat. Siapapun itu, ulama, ustadz, orang biasa harus menyampaikan ayatNya dan penjelasanNya, bukan berdasarkan logikanya yang mencoba menafsirkan sendiri ayat Allah.

Tambahan untuk ilmu thoharoh, bahwa keringanan dalam berwudhu seseorang yang sedang sakit (dan mudhorot jika terkena air), dalam safar, dan tidak menemukan air, maka tayamumlah dengan debu yang bersih. Satu tepukan, usapkan ke wajah 1x, dan pergelangan kanan 1x juga pergelangan kiri 1x. Hanya satu tepukan dan tangan tidak perlu sampai siku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s