Kutunggu Kau di Telaga

Al-Ukhuwah 31.12.16 ba’da Ashar

The Shift

by Ust. Syafiq bin Riza Basalamah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Tahun baru kali ini Subhanallah bikin aku bingung. Banyak sekali kajian yang bagus bagus. Al-Ukhuwah, Pusdai dan Al-Lathiif, belum lagi ajakan camping teman-teman haha yang ini sebetulnya yang paling bikin galau. Tapi Alhamdulillah kajian di Al-Ukhuwah ini menyejukkan hati banget. Why?

Buka Qur’an surah At-Taubah : 28 dan 38 sebagai pembuka.

Oh ya, catatan sedikit bagi yang baru tahu, kalau tadarus atau melafalkan surah ini tidak pakai basmallah ya. Karena ada 2 pendapat dari ulama:

  1. Karena isi surat ini kebanyakan soal pemutusan hubungan dengan kaum kafir dan sangat bertentangan dengan makna basmallah itu sendiri.
  2. Konten surat At-Taubah ini merupakan lanjutan dari surat sebelumnya (Al-Anfal)

Sebagai pembuka, dibahas mengenai kalender masehi dan hijriyah. Intinya kita harus hati-hati dengan penanggalan hijriyah yang di convert ke penanggalan hijriyah, karena di dalam tanggal Islam, ada bulan haram, tanggal haram, dan itu jangan sampai kita kecolongan karena ikut tanggal masehi. Mengenai system penanggalan ini, erat kaitannya dengan perayaan pergantian tahun yang mana disambungkan dengan sunnah Rasul. Harus dipikir dulu ya kalau mau rayain suatu momen. Niatnya apa, bagaimana dan sesuai gak sama yang dicontohkan Rasul. Dan jangan sekali-kali kamu berpikir bahwa Islam itu memberatkan umatnya. Suatu malam di Masjid Nabawi, gak ada angina gak ada hujan Rasul pernah sholat Maghrib & Isya dijamak. Ini beliau lakukan karena beliau baik dan ingin menunjukkan Islampun baik. Tidak ada satupun hal yang memberatkan umatnya.

Soal sholat jamak ini masih banyak di sekitarku yang masih ragu-ragu dan memperdebatkan, apalagi soal jamak Qashar, banyak yang ragu melakukan atau bahkan lebih memilih sholat seperti biasa saja karena merasa pahala yang diberikan Allah untuk sholat Qashar lebih sedikit. Hihi nggak gitu loh padahal. Klik link berikut saja ya.

https://almanhaj.or.id/1336-seputar-hukum-shalat-jama-dan-qashar.html

Balik lagi ke soal sunnah dan kebaikan Rasul, ada satu cerita tentang kebaikannya. Suatu hari Aisyah mendapati Rasul sedang berbahagia, maka ia mengambil kesempatan padanya meminta sesuatu dan berkatalah ia pada Rasul, “Ya Rasulullah, bolehkah aku meminta sesuatu? Panjatkan do’a untukku.” Maka Rasulullah SAW berdo’a, “Ya Allah, ampunilah semua dosa Aisyah, dosa yang lalu dan yang akan datang. Dosa yang tampak dan yang disembunyikan.” Hati Aisyah bahagia banget padahal Rasul memanjatkan do’anya itu gak Cuma buat Aisyah, tapi buat seluruh umatnya juga. Semoga kita termasuk orang yang dido’akan juga. Aamiin.

Kadang terlintas di benak, Rasul memang baik dan patut kita cintai. Tapi, bagaimana mau cinta, ketemu saja belum pernah. Untuk aku yang juga pernah berpikir seperi ini memang sulit awalnya membiasakan tapi cara ini cukup menolong kita supaya menambah kecintaan kita terhadap Rasulullah SAW.

Tulislah shalawat di lembaran kertas catatanmu. Kemudian caritahu tentangnya dan kamu akan mengenalinya. Karena 10 shalawat di setiap hari kita insyaallah akan mendatangkan syafaat Rasul nantinya.

Semoga Rasulullah memberikan syafaatnya di Padang Mahsyar nanti, karena beliau telah menanti kita di telaga. Telaga ini merupakan tempat yang akan kita temui sejenak setelah kita dibangkitkan dari kematian. Sebelum kita melalui perjalanan akhirat yang sangat panjang. Setiap umat muslim akan menemui Rasul di sana. Barang siapa yang mencintai dan mengenali beliau, maka pasti akan menyapanya dan dipersilahkan untuk meminum air telaga tersebut. Dan barangsiapa yang minum air telaga tersebut, tidak akan pernah merasa haus di sepanjang perjalanan akhirat yang sangat panjang.

Tapi…. Jangan geer dulu. Gak semua umat Rasulullah SAW bias minum air ini. Lebih baik klik link ini dulu supaya ngiler dan berusaha untuk masuk ke dalam golongan Rasulullah SAW J

https://buletin.muslim.or.id/aqidah/terusir-dari-telaga-rasul

jadi untuk menjadi umat Rasulullah SAW, kita harus mencintainya, kemudian menjalankan semua perbuatan dan amal yang dicontohkan olehnya. Di bawah ini sedikitnya bias jadi acuan kita mengenai apa yang harus dilakukan menurut yang Rasul contohkan.

  1. Melaksanakan kewajiban dan meninggalkan yang haram.
  2. Meninggalkan yang bid’ah.
  3. Semangat mengamalkan yang Rasulullah SAW kerjakan seperti puasa sunnah senin-kamis, sholat rawatib, atau bahkan sesederhana senyum.
  4. Ini yang paling sulit dan rentan menimbulkan perpecahan hehe, yaitu mengajak manusia menuju kebaikan dan memperbaiki kesalahan.

Perjuangan menjalankan amalan di atas akan terasa lebih ringan dan manis kalau kita tahu apa yang bakal kita dapatkan kalau kita mengerjakannya. Mungkin bisa cari tahu dulu adab, tata cara dan fadhillah dari amalan amalan yang bakal dikerjakan.

Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar. Ya Rasul ajakin aku, keluargaku, teman-temanku nongki nongki di Telagamu ya nanti please. Aku janji akan berusaha menjadi bagian dari golonganmu. Baper banget rasanya kajian sore ini. Selain keadaan masjid yang penuh banget tapi tertib, orang-orang sampai sholat di halaman beralaskan kemeja atau jaket yang mereka buka dari badan mereka untuk alas sujud. Dan sore ini langit di atas masjid waranya manis rasa jeruk. Nikmat mana lagi yang aku dustakan Ya Rabb L

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s