Nekad or Faith

Masjid Agung TSB 24.12.16 ba’da Maghrib

The Shift

by Ust. Hanan Attaki

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dalam kehidupan sehari-hari apalagi dalam mengambil keputusan seringkali kita pikir apa ini bener apa ini salah. Sedikitnya bakal diulas di kajian sekarang ini.

Sabda Rasulullah, “Man sanna sunnatan hasanatan.” Artinya siapapun yang memberi contoh terlebih dahulu, ia mendapatkan pahala dari perbuatannya dan dari orang-orang yang mengikutinya.

Tokoh yang punya sifat nekad dan berhijrah sehingga sifat nekad nya membawa Islam ke arah kemenangan antara lain Ikrimah bin Abi Jahal dan Khalid bin Umar. Bisa dicari tentang keajaiban kemenangan kaum Muslim melawan pasukan Persia.

It’s all about:

Punya mimpi yang tinggi, nekad yang diridhoi Allah dan berani berspekulasi karena Allah. Setiap pertimbangan kita ikatkan Allah untuk ambil keputusan.

Bahwa para ulama terdahulu seringkali berdo’a, “Ya Allah, berikanlah kami rizki sebagaimana Engkau memberikan rizki pada bughast (bayi burung gagak)”

Why bughast? Konon, bayi gagak dilahirkan berwarna putih, sedang induknya berwarna hitam, dan mereka tidak mengakui sebagai keturunannya. Induk gagak meninggalkan bayinya tanpa memberinya makan. Maha Besar Allah yang menciptakan lender bau keluar dari tubuh bayi gagak ini dan menarik serangga untuk mendatanginya, disitulah mereka bias menyantap serangga tersebut. Hingga bayi gagak tumbuh besar, warnanya berubah, maka induknya menghampiri lagi.

Kita buka qur’an surah Hud : 6

“Dan tidak satu pun makhluk yang bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)”

Rezeki? Worry no more semua sudah ditetapkan porsinya di Kitab Lauh Mahfuz. Masya Allah. Satu ustadz pernah berkata soal pertentangan ketetapan porsi rezeki dan ikhtiar yang kita lakukan. Orang sewot pasti bakal nanya, “ngapain kerja banting tulang cari yang halal-halal kalau toh akhirnya dikasih juga sama Allah sesuai porsinya?” berbeda dengan orang malas pastinya bakal bilang, “Asyudahlah ntar juga dikasih Allah, ngapain usaha”. Jadi, yang disebut dengan pekerjaan, profesi atau ikhtiar adalah cara kita menjemput rezeki kita. Seberapapun hasil yang didapat, itulah porsi rezeki dari Allah. Buat maling pun, Allah tetapkan rezekinya, tapi seandainya dia gak malas, mungkin dia bisa menjemput rezekinya itu dengan cara yang lebih baik. Maka bagi orang yang beriman, pasti bakal melakukan pekerjaan apapun yang penting tujuannya berkah dari Allah, karena ikhtiar yang kita lakukan hanyalah cara kita menjemput “jatah” yang Allah beri di setiap harinya.

*Dan aku sebagai entrepreneur betul-betul setuju dan paham banget deh soal porsi rezeki ini. Selalu kagum dan banyak pelajaran di setiap ikhtiar menjemput rezeki ini 🙂

Saat kita bimbang berpikir tindakan yang akan kita ambil ini merupakan hal yang Nekad atau Faith, mari libatkan Allah dalam setiap proses pertimbangan, caranya….?

  1. Niatkan semua hajat tersebut karena Allah
  2. Pantaskan diri dengan mendekatkan diri pada Allah. Jika kita datang pada-Nya dengan berjalan, maka Allah akan mendekati kita dengan berlari. Punya keinginan jangan hanya bingung dan berhayal.
  3. Mintalah wasilah pada orangtua, jika orang tua tidak ada, mintalah wasilah pada orang-orang yang disayangi orangtua, atau bisa juga meminta wasilah pada orang-orang sholeh.

Lagi lagi ceramahnya nyambung ke soal jodoh. Pokoknya anjurannya suruh lamar orang yang dikehendaki walau modal pinjam duit tetangga.

*Yang ini gak usah dibahas lah ya, mungkin akan memicu banyak kontroversi haha.

Tapi satu hal yang perlu dicatat, if you guys still can’t find your other half, make sure kalian sudah membahagiakan kedua orangtua. Introspeksi dan khusnuzan lah bahwa Allah masih memberi kesempatan kita untuk menyenangkan keduanya . Umur gak ada yang tahu kapan bakal terhenti. Saat kita berpikir untuk berbuat baik sama orang tua karena membayangkan mereka bakal pergi duluan, banyak-banyaklah putar keadaan. Bagaimana kalau kita sudah gak punya umur lagi untuk berbuat baik sama keduanya, dan bahkan sama orang lain juga buat diri kita sendiri

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s