Jujur

Masjid Agung TSB 17.12.16 ba’da Maghrib

The Shift

by Ust. Imam

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Riya’ termasuk sifat tidak jujur yang menginginkan pujian dari makhluk, bukan Allah. Dan munafik adalah tingkat tertinggi ketidakjujuran.

*Kalau kata Kak Unz (guru liqo ku) melakukan atau tidak mau melakukan atau tidak jadi melakukan sesuatu karena alasan manusia lain, termasuk riya’ juga. Misal, biasanya gak pernah sholat sunnah rawatib, tapi karena ada si doi, jadi sholat rawatib, ini termasuk riya melakukan karena makhluk. Contoh ke 2, biasanya selalu sholat dhuhaa, tapi karena takut disangka sombong, jadi mending gak usah sholat dhuha, ini termasuk sifat riya tidak melakukan. Mengharapkan atau meresahkan penilaian manusia adalah termasuk riya’ mungkin kita harus lebih santai lagi dalam melakukan sesuatu (terutama ibadah) di muka umum ya. Apa adanya kitalah, yang selalu kita lakukan ketika sendiri sajalah.

At-Taubah : 119

Bahwa hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar dan jujur. Jujur itu tenang, sedangkan ketidakjujuran membawa ketidaktenangan.

Ada 3 dusta yang diperbolehkan.

  1. Seorang istri boleh berbohong untuk membahagiakan istrinya. Contoh mainstream dari poin ini adalah saat istri masak makanan yang kurang enak dan suami lebih baik berkata bahwa masakannya sangat enak. Sebetulnya ini bukan hal yang dianjurkan juga. Rasulullah pernah disuguhi oleh Aisyah minuman manis setibanya di rumah. Saat Rasul mencicipi minuman tersebut ternyata rasanya asin, rupanya Aisyah salah memasukkan garam ke dalam minuman Rasul maka Rasul berkata, minuman ini sangat sedap tapi alangkah baiknya kalau minuman ini kita nikmati berdua. Hal ini dilakukan supaya istri pun bisa berkaca diri.
  2. Mendamaikan orang-orang yang berseteru. Misal si Kokom lagi musuhan sama si Juned. Kita bilang ke si Kokom, “Kom tuh salam dari si Juned, kayaknya dia udah gak marah soal kemaren.” terus kita bilang juga ke si Juned, “Noh ada salam dari si Kokom, dia nyesel banget kemarin kayak gitu.” berhasil atau nggak bikin mereka baikan, setidaknya pasti ada perasaan yang lebih baik dan penasaran satu sama lain.
  3. Siasat ketika perang.Kalo jujur sama musuh pas perang mah atuh ludes bray, oleh karena itu dihalalkan berbohong ketika berperang.

Pertemuan ini catatannya sedikit banget, amsori ini karena aku ngakak sepanjang ceramah, Ustadz Imam ini luar biasa bodor! Masya Allah, aku selalu suka sama materi yang disampaikan beliau karena sarat ilmu dan seger banget apalagi kalau udah ngasih contoh kasus sampai aku lupa nyatet materi haha. Coba yang mau dengerin ceramah Ustadz Imam, yuk ikut kajian ke Al-Lathiif! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s